ARROHMAH.CO.ID – Sebanyak 16 santri penggalang bersama dua pendamping dari SMP Ar-Rohmah Putri Islamic Boarding School (IBS) resmi diberangkatkan menuju Jambore Nasional (JAMNAS) XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur.
Pelepasan kontingen berlangsung di halaman sekolah pada Selasa sore (11/8/2026). Suasana haru sekaligus penuh semangat terasa saat para santri berpamitan kepada guru dan pembina pandu sebelum memulai perjalanan menuju ajang kepramukaan tingkat nasional tersebut.
Keikutsertaan dalam JAMNAS XII bukan sekadar perjalanan mengikuti kegiatan kepramukaan. Ada misi lebih besar yang dibawa kontingen SMP Ar-Rohmah Putri, yakni memperkuat karakter santri sekaligus mengenalkan SAKO Pramuka Hidayatullah di tingkat nasional.
Kepala Sekolah Berpesan: Jadilah Duta yang Menjaga Nama Baik SAKO
Kepala SMP Ar-Rohmah Putri, Ustadz Salim Rahmatullah, memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta sebelum keberangkatan. Ia meminta para santri mampu menjadi duta SAKO Pramuka Nasional yang menunjukkan kepribadian positif selama mengikuti seluruh rangkaian JAMNAS XII.
Menurutnya, identitas sebagai anggota SAKO Pramuka Hidayatullah harus tercermin melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
“Jadilah duta SAKO Pramuka Nasional yang memberi kesan baik, menunjukkan kepribadian mulia, akhlak baik, dan tekad kuat. Sehingga ketika melihat SAKO Pramuka Hidayatullah, mereka tahu kita memiliki nilai yang berbeda dari yang lain,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak meninggalkan kebiasaan baik yang selama ini dibangun di lingkungan pesantren.
Menjaga ibadah, memperbanyak dzikir, serta melaksanakan salat berjamaah harus tetap menjadi perhatian meski berada jauh dari lingkungan sekolah. Begitu pula ketika berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
“Dengan siapa pun kalian berjumpa, tunjukkan akhlak serta tawadhu. Kita bukan orang sombong,” tegasnya.
Jadi Satu-satunya Kontingen Putri dari Pesantren Hidayatullah se-Indonesia
Kontingen SMP Ar-Rohmah Putri memiliki posisi istimewa dalam JAMNAS XII. Mereka tercatat sebagai satu-satunya perwakilan putri yang dikirim dari Pesantren Hidayatullah se-Indonesia.
Sebanyak 16 santri penggalang akan mengikuti rangkaian kegiatan bersama dua pendamping. Ketua rombongan dipercayakan kepada Ustadzah Via, dengan Ustadzah Filsa sebagai pendamping selama kegiatan berlangsung.
Perjalanan dari Malang menuju Jakarta ditempuh melalui jalur darat menggunakan Bus Juragan 99. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam dengan tujuan tiba di lokasi kegiatan pada Rabu (12/8/2026).
Bagi para peserta, perjalanan tersebut sekaligus menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya dituntut siap mengikuti aktivitas perkemahan, tetapi juga harus mampu menjaga kekompakan, kedisiplinan, kesehatan, dan nama baik sekolah sepanjang perjalanan.
Pelepasan Diwarnai Hymne Satya Pramuka dan Mars Pandu Hidayatullah
Prosesi pelepasan kontingen berlangsung penuh khidmat. Acara diawali dengan amanat pembina apel, kemudian dilanjutkan penyerahan atribut kontingen secara simbolis.
Suasana semakin semarak ketika Hymne Satya Pramuka dan Mars Pandu Hidayatullah dinyanyikan bersama. Lagu-lagu tersebut menggema di halaman sekolah dan membangkitkan semangat para peserta yang akan menjalankan misi di ajang nasional.
Momen paling mengharukan terjadi ketika para santri mulai menaiki bus. Satu per satu mereka berpamitan dan bersalaman dengan guru serta pembina pandu.
Doa dan harapan mengiringi keberangkatan mereka. Senyum para peserta berpadu dengan lambaian tangan dari guru yang melepas kepergian mereka.
Persiapan JAMNAS XII, dari Gapura hingga Latihan Jalan Sehat
Perjalanan menuju JAMNAS XII tidak didapatkan secara instan. Para peserta telah menjalani berbagai persiapan untuk memastikan kondisi fisik maupun mental berada dalam keadaan prima.
Salah satu persiapan yang cukup menantang adalah merancang sekaligus mempraktikkan pembuatan gapura perkemahan. Kegiatan tersebut membutuhkan kreativitas, ketelitian, kekompakan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Selain itu, peserta juga menjalani latihan olahraga dan jalan sehat. Latihan fisik menjadi bagian penting karena selama JAMNAS XII para santri akan menghadapi berbagai aktivitas yang membutuhkan stamina.
Meski persiapan menghadirkan tantangan, peserta memastikan diri dalam kondisi siap.
“Alhamdulillah, secara mental dan fisik kami sudah siap,” ungkap salah seorang peserta dengan penuh antusias.
Bukan Sekadar Mengejar Prestasi, tetapi Membentuk Karakter Santri
Sekolah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan santri dalam JAMNAS XII. Kegiatan ini dinilai memiliki manfaat besar dalam mengembangkan kemampuan kepramukaan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Melalui pengalaman di lapangan, santri diharapkan semakin mandiri, kreatif, mampu bekerja sama, dan memiliki kecerdasan emosional yang lebih matang.
Karena itu, target utama kontingen SMP Ar-Rohmah Putri bukan semata-mata membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu memperkenalkan SAKO Pramuka Hidayatullah kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Keikutsertaan ini menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan bahwa pendidikan kepanduan dapat berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan nilai-nilai keislaman.
Ustadzah Via: Santri Harus Lebih Sigap Menghadapi Tantangan
Ustadzah Via selaku pembina pendamping mengatakan pengalaman mengikuti JAMNAS XII diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para santri diharapkan memiliki mental yang lebih kuat. Termasuk ketika menghadapi situasi baru, tantangan yang tidak terduga, maupun persoalan yang membutuhkan keputusan cepat.
“Setelah mengikuti JAMNAS, harapannya santri bisa lebih cerdas secara mental dalam menghadapi tantangan kehidupan dan lebih sigap dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi peserta. Sebab, pengalaman di JAMNAS bukan hanya tentang aktivitas pramuka, tetapi juga proses belajar menghadapi lingkungan baru dengan tetap memegang prinsip dan karakter yang telah ditanamkan di pesantren.
Sekolah Pantau Perkembangan Peserta Selama di Cibubur
Selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi dan perkembangan seluruh peserta. Komunikasi dilakukan melalui grup informasi yang dikelola oleh para pembina.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi peserta tetap terpantau selama berada di Jakarta. Terlebih, mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan dalam beberapa hari dengan aktivitas yang cukup padat.
Kontingen dijadwalkan kembali ke sekolah pada 21 Agustus 2026.
Keberangkatan 16 santri SMP Ar-Rohmah Putri menuju JAMNAS XII pun menjadi lebih dari sekadar agenda kepramukaan. Mereka membawa nama sekolah, pesantren, sekaligus identitas SAKO Pramuka Hidayatullah ke panggung nasional.
Dengan bekal latihan, doa, dan semangat kebersamaan, para peserta diharapkan mampu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, melainkan meninggalkan kesan positif melalui akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat kepanduan.
Kontributor: Intan/Humas
Editor: MWM
Mondok?
— Di Ar-Rohmah Aja..
Ar-Rohmah Islamic Boarding School merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri. Berlokasi di Malang Jawa Timur, Ar-Rohmah Putri akan mendidik putra putri anda menjadi generasi yang unggul.
Dengan menerapkan pendidikan berbasis pesantren, lembaga pendidikan ini memadukan aspek intelektual, life skill, dan aspek mental-spiritual. Total terdapat 3 kampus yang terdiri dari Ar-Rohmah Putri IBS, Ar-Rohmah Putri IIBS, dan Ar-Rohmah Tahfizh.