ARROHMAH.CO.ID – Estafet kepemimpinan di lingkungan Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) Ar-Rohmah Putri resmi bergulir. Sebanyak 24 santri dilantik sebagai Pengurus GPH Masa Jihad 2026–2027 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat sekaligus menguras emosi, Sabtu malam (1/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa kepengurusan GPH Masa Jihad 2025–2026 sekaligus dimulainya periode baru. Para santri yang menerima amanah berasal dari kelas 11 dan kelas 8.
Selain pengurus GPH, ketua dan wakil angkatan dari kelas 9 dan 12 turut dilantik sebagai bagian dari rangkaian peresmian kepemimpinan santri.
Prosesi tersebut disaksikan oleh seluruh asatidzah, dan santri Ar-Rohmah Putri. Bagi GPH, pergantian kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, dan pembentukan karakter santri.
GPH Ar-Rohmah Putri Jadi Wadah Belajar Kepemimpinan dan Kerja Sama
Gerakan Pandu Hidayatullah merupakan salah satu organisasi santri di Ar-Rohmah Putri yang menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama.
Di dalam organisasi, santri tidak hanya belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. Mereka juga ditempa untuk memahami arti tanggung jawab, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Karena itu, pergantian masa jihad menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi. Amanah yang sebelumnya diemban pengurus lama kini diserahkan kepada generasi berikutnya.
Ada tanggung jawab yang berpindah tangan. Ada pula pengalaman yang menjadi bekal bagi kepengurusan baru.
Tilawah Bersama Buka Prosesi Pelantikan Pengurus GPH
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Pembukaan oleh pembawa acara dilanjutkan dengan tilawah malam bersama.
Suasana semakin khidmat ketika para pengurus GPH Masa Jihad 2025–2026 dan Masa Jihad 2026–2027 memasuki Aula Roihanah lantai 4. Ketua dan wakil angkatan kelas 9 serta 12 juga turut hadir dalam prosesi tersebut.
Nuansa kepemimpinan mulai terasa ketika Ustadz Salim selaku perwakilan Direksi menyampaikan sambutan dan nasihat kepada para santri yang akan menerima amanah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi. Ada tanggung jawab yang harus ditunaikan dan keteladanan yang harus dijaga.
Serah Terima Jabatan Ditandai Pemakaian Gordon
Memasuki agenda utama, seluruh santri yang dilantik naik ke panggung untuk mengikuti prosesi serah terima jabatan sesuai dengan peran masing-masing.
Prosesi simbolis dilakukan melalui pemakaian gordon kepada para santri yang dilantik. Atribut tersebut menjadi penanda bahwa mereka secara resmi telah menerima amanah sebagai bagian dari kepengurusan baru.
Setelah prosesi serah terima, Kepala Asrama, Umi Vony Fatimah, membacakan ikrar. Para santri yang dilantik kemudian mengikuti ikrar tersebut sebagai bentuk kesanggupan menjalankan amanah selama Masa Jihad 2026–2027.
Malam itu, panggung bukan sekadar menjadi tempat pelantikan. Di sana, 24 santri memulai perjalanan baru sebagai pengurus yang akan berhadapan dengan berbagai tantangan organisasi.
Pesan Ketua GPH: Kepemimpinan Berawal dari Niat yang Tulus
Momen pergantian kepengurusan juga ditandai dengan sambutan dari ketua umum dua periode.
Ketua Umum GPH Masa Jihad 2025–2026, Qory Azzahra Hidayat, menyampaikan pesan menjelang berakhirnya masa amanah yang telah dijalani.
“Kepemimpinan itu didasari oleh sebuah niat yang tulus, karena sejatinya niat adalah kompas tak terlihat yang mengarahkan ke mana kita harus berjalan,” tuturnya.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berbicara tentang kemampuan mengatur orang lain. Seorang pemimpin terlebih dahulu harus mampu meluruskan niat dan memahami tujuan dari amanah yang dijalankan.
Sementara itu, Ketua Umum GPH Masa Jihad 2026–2027, Anisa Nailatul, menyoroti pentingnya kerja sama dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak dapat dibebankan kepada satu orang. Setiap anggota memiliki peran dan kontribusi yang saling melengkapi.
Kerja sama pun menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu bergerak secara solid dalam mencapai tujuan bersama.
Short Movie Bikin Suasana Pelantikan GPH Semakin Haru
Suasana pelantikan semakin emosional ketika pengurus GPH Masa Jihad 2025–2026 mempersembahkan sebuah short movie.
Film pendek tersebut menggambarkan perjalanan dan beratnya amanah yang harus dipikul seorang pemimpin. Cerita yang disajikan menjadi refleksi atas pengalaman para pengurus selama menjalankan tugas dalam satu periode kepengurusan.
Tak sedikit air mata yang jatuh. Tangis dan haru bercampur menjadi satu.
Bagi pengurus lama, film tersebut seolah menjadi kilas balik perjalanan selama mengemban amanah. Sementara bagi pengurus baru, persembahan itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang baru saja mereka terima bukanlah perkara ringan.
Pengurus Lama Tutup Masa Jihad, Pengurus Baru Siap Melanjutkan Estafet
Pergantian kepengurusan selalu menghadirkan dua sisi. Ada rasa bangga sekaligus lega karena satu amanah telah ditunaikan. Di sisi lain, ada harapan besar kepada mereka yang akan meneruskan perjuangan.
Kepengurusan GPH Masa Jihad 2025–2026 akhirnya menutup perjalanan mereka. Kini, tanggung jawab organisasi berada di tangan pengurus Masa Jihad 2026–2027.
Sebagai bentuk apresiasi, acara kemudian ditutup dengan pemberian gift kepada para Pengurus GPH.
Hadiah tersebut menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kerja keras pengurus selama menjalankan amanah. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak selalu mudah, tetapi meninggalkan banyak pengalaman berharga.
Pelantikan GPH Jadi Reminder: Pemimpin Bukan yang Paling Hebat
Dari seluruh rangkaian pelantikan tersebut, ada satu pelajaran penting yang dapat dipetik. Menjadi pemimpin bukan berarti harus menjadi orang yang paling hebat dalam segala hal.
Pemimpin adalah mereka yang bersedia memikul amanah, belajar dari kesalahan, mendengarkan orang lain, dan tetap bertanggung jawab ketika menghadapi kesulitan.
Estafet kepemimpinan GPH Ar-Rohmah Putri pun kembali bergulir. Dua puluh empat santri kini memiliki tugas untuk melanjutkan perjalanan organisasi selama Masa Jihad 2026–2027.
Mereka tidak hanya membawa nama organisasi. Ada kepercayaan dari guru, harapan dari teman-teman, serta amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Sebab, pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri di depan. Kepemimpinan adalah tentang seberapa kuat ia bersedia berdiri untuk menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.
Kontributor: Raihanah Syafeiyah/I’Ar
Editor: MWM
Mondok?
— Di Ar-Rohmah Aja..
Ar-Rohmah Islamic Boarding School merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri. Berlokasi di Malang Jawa Timur, Ar-Rohmah Putri akan mendidik putra putri anda menjadi generasi yang unggul.
Dengan menerapkan pendidikan berbasis pesantren, lembaga pendidikan ini memadukan aspek intelektual, life skill, dan aspek mental-spiritual. Total terdapat 3 kampus yang terdiri dari Ar-Rohmah Putri IBS, Ar-Rohmah Putri IIBS, dan Ar-Rohmah Tahfizh.