AKSARA, REPRESENTASI KESIAPAN DAKWAH SANTRI AR-ROHMAH PUTRI

ARROHMAH.CO.ID – Menjadi santri sekaligus siswi tidaklah gampang. Berpuluh kegiatan harus dikerjakan setiap hari. Mulai fajar hingga petang datang. Mulai kegiatan akademik, asrama, sampai diniyah. Meskipun begitu, kebutuhan untuk rehat adalah haq untuk santri Ar-Rohmah Putri IBS. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) Ar-Rohmah Putri Kampus 1 Malang selaku panitia fakultatif tahun pelajaran 2021-2022.

Tahun ini fakultatif diikuti oleh santri SMP dan SMA dan dilaksakan selama seminggu penuh, mulai Kamis s/d Selasa (8 s/d 12 Dzulhijjah 1443 H / 7 s/d 11 Juli 2022 M). Walaupun fakultatif adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap akhir tahun pelajaran. Namun lewat tema AKSARA panitia fakultatis tahun ini dikemas dengan berbeda.

“AKSARA akronim dari Delegasi Bangsa Bersuara. Artinya akan ada perwakilan dari suatu golongan atau kaum untuk menyuarakan aspirasinya. Tema AKSARA memiliki tujuan untuk memeriahkan hari besar Islam, melatih kekompakan, dan mempererat tali persaudaraan santri antara SMP dengan SMA. Selain itu, AKSARA juga memberikan kesempatan santri untuk mencoba berdakwa dan merepresentasikan budaya dari bangsa lain. Dan harus dipresentasikan depan teman-temannya” ungkap Syafira Rizky selaku penanggung jawab acara.

Kepala asrama, Vonny Fatimah, S.Pd atau Umi Fatim panggilan akrabnya menambahkan jika AKSARA mengajarkan kita tentang ikhlas, berani, dan menjadi sejati agar lebih giat meningkatakan derajat dan mampu mencetak karakter terbaik sebagai makhluk ciptaan-Nya. Sehingga santri putri Ar-Rohmah Putri IBS mampu menyuarakan berbagai aspirasi. Dan untuk mewujudkannya perlu pembiasaan sejak dini. Dimulai dari rasa ikhlas, rasa berani, dan rela berkorban. Semoga AKSARA dapat membentuk karakter-karakter santri Ar-Rohmah Putri menjadi muslimah dengan hati lembut, penuh keikhlasan, serta keberanian, dan penuh rasa rela berkorban satu sama lain.

Selain merepresentasikan bangsa lain, santri juga berkegiatan lain seperti bazar dan game. Kegiatan semi formal inilah yang membuat santri lebih rileks dan tidak merasa kesepian meski jauh dari keluarga saat lebaran haji datang. Selain itu, fakultatif juga membuat santri lebih siap menyapa pembelajaran di tahun pelajaran baru.

“Fakultatif menjelang momen Idul Adha bagi santri rantau seperti kami tentu mengubah sendu menjadi haru. Fakultatif bagi kami seperti healing selepas penat ujian selama 3 minggu. Dari awal opening keseruan sudah mulai terlihat. Apalagi banyak pernak-pernik yang menghiasi aula sebagai bentuk ciri khas tiap bangsa seperti Arab Saudi, Turki, dll” ungkap Annisa Nabil santri kelas 11. (Kontributor: Syafira | Editor: Suhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =

X
%d blogger menyukai ini: