Ar-Rohmah Putri Gelar Pembinaan SDI 2026, Siapkan Pemimpin Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Penguatan Karakter, Profesionalisme, dan Keteladanan Jadi Fokus Utama Pembinaan

ARROHMAH.CO.ID – Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School menggelar kegiatan Pembinaan Sumber Daya Insani (SDI) bertema “The Leader of Islamic Boarding School 2045” pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Al-Hambra ini diikuti seluruh sumber daya insani sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan pendidikan dan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Mengangkat subtema “Menguatkan Karakter, Profesionalisme, dan Kinerja Sumber Daya Insani sebagai Fondasi Pelayanan Pendidikan dan Pembelajaran yang Berkualitas serta Unggul”, pembinaan dibagi dalam tiga sesi materi yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan dari Pembina Islam Ar-Rohmah Putri, Muhammad Arifin. Selanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber, yakni Ustadz Shohibul Anwar, S.Pd., M.H.I., Ustadz Syaifuddin Nawawi, dan Ustadz Abdullah Warsito.

Pendidikan Berbasis Tauhid untuk Membangun Peradaban

Pada sesi pertama, Ustadz Shohibul Anwar menjelaskan bahwa Hidayatullah lahir sebagai gerakan perjuangan Islam yang berfokus pada pendidikan (tarbiyah) dan dakwah dalam membentuk generasi penerus.

Menurutnya, perjuangan membangun peradaban tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus melalui proses panjang yang melahirkan generasi berkualitas. Ia mencontohkan lahirnya sosok Shalahuddin Al-Ayyubi yang tidak terlepas dari peran pendidikan yang telah dirintis para ulama sebelumnya, termasuk Imam Al-Ghazali.

Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pendidik bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai tauhid kepada peserta didik.

“Pendidikan Islam harus membawa peserta didik mengenal Allah SWT. Keberhasilan pendidikan bukan hanya ketika anak memahami ilmu, tetapi ketika ia mampu melihat kebesaran Allah dalam setiap pengetahuan yang dipelajarinya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh proses pendidikan harus bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah agar mampu melahirkan generasi yang siap melanjutkan estafet perjuangan Islam.

Manajemen Diri Jadi Bekal Seorang Pendidik

Pada sesi berikutnya, Ustadz Syaifuddin Nawawi mengajak peserta memahami pentingnya memiliki visi hidup yang berorientasi akhirat.

Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas seorang muslim semestinya menjadi bagian dari ibadah apabila dikelola dengan manajemen syariah yang baik.

Menurutnya, kehidupan tidak cukup hanya diisi dengan target duniawi, tetapi juga harus memiliki arah yang jelas menuju ridha Allah SWT.

“Visi seorang muslim adalah meraih keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi. Sedangkan misinya adalah menjalankan ibadah kepada Allah sekaligus menjadi khalifah di muka bumi,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa kualitas seorang pendidik tidak hanya diukur dari penguasaan materi atau metode mengajar, melainkan juga dari jiwa dan karakter yang dimilikinya.

Karena itu, setiap pendidik dituntut mampu mengelola waktu, aktivitas, dan amanah sebagai bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.

Keteladanan Menjadi Fondasi Pendidikan

Materi terakhir disampaikan oleh Ustadz Abdullah Warsito yang mengangkat tema tentang pentingnya membangun budaya keteladanan dalam lingkungan pendidikan.

Menurutnya, keteladanan merupakan fondasi utama dalam dakwah dan proses pembelajaran. Seorang pendidik tidak cukup hanya menyampaikan nasihat, tetapi harus mampu menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 yang menegaskan Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik bagi umat Islam.

Selain itu, Surah As-Shaff ayat 2–3 juga menjadi pengingat agar setiap muslim menjaga kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.

“Keteladanan bukan hanya mengajarkan kebaikan, tetapi memperlihatkan kebaikan dalam tindakan. Pendidikan yang paling efektif adalah contoh nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budaya keteladanan memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter peserta didik, penguatan budaya lembaga, peningkatan kualitas pendidikan, hingga mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.

Mempersiapkan Pemimpin Pesantren Masa Depan

Melalui pembinaan ini, Ar-Rohmah Putri menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya insani yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan semangat dakwah yang kuat.

Tema The Leader of Islamic Boarding School 2045 menjadi refleksi bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas para pendidik yang menjadi teladan bagi generasi penerus.

Dengan penguatan karakter, profesionalisme, serta budaya keteladanan yang terus dibangun, Ar-Rohmah Putri berharap mampu melahirkan pemimpin-pemimpin pesantren yang siap menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai Islam menuju Indonesia Emas 2045.


Kontributor: Intan/Humas
Editor: MWM


Mondok?

— Di Ar-Rohmah Aja..

Ar-Rohmah Islamic Boarding School merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri. Berlokasi di Malang Jawa Timur, Ar-Rohmah Putri akan mendidik putra putri anda menjadi generasi yang unggul.

Dengan menerapkan pendidikan berbasis pesantren, lembaga pendidikan ini memadukan aspek intelektual, life skill, dan aspek mental-spiritual. Total terdapat 3 kampus yang terdiri dari Ar-Rohmah Putri IBS, Ar-Rohmah Putri IIBS, dan Ar-Rohmah Tahfizh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *