ENGLISH & ARABIC TRADING, MENJADI AGENDA FAVORIT SANTRI

ARROHMAH.CO.ID — Ar-Rohmah Putri IIBS Kampus 2 Malang kembali menggelar kegiatan Arabic and English Trading, Sabtu (4/9). Bertempat di lapangan Mina, kegiatan ini menjadi salah satu agenda favorit santri di pondok. Maklum, di masa ini santri tidak diperkenankan ke luar dan berbelanja di luar.

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu program rutin bulanan yang ada di Ar-Rohmah Putri IIBS Kampus 2 Malang yang memang diselenggarakan bertujuan untuk mengaplikasikan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris santri dalam transaksi jual beli. Kegiatan Trading ini seperti bazaar, namun memiliki ketentuan-ketentuan khusus.

Pertama, penjual dari guru sendiri. Hal ini dimaksudkan agar sterilisasi makanan lebih terjaga. Kedua, transaksi wajib dilakukan dalam Bahasa Inggris atau Arab, sebagai salah satu bentuk pembiasaan Bilingual. Ketiga, pada setiap stand, masing-masih anak hanya diperbolehkan membeli maksimal 3 item makanan. Kenapa begitu? Untuk menghindari pemborongan. Dan keempat, wajib antri. Yang terlihat tidak antri, tidak akan dilayani.

Khusus untuk stand, sengaja membuka open bargain, dengan harapan demi mendapatkan harga murah, santri getol menawar. Tak lupa, kami juga membagi puluhan vouchers free food untuk mereka yang berani unjuk kebolehan ‘Berbahasa asing’ di tengah lapangan.

Alhasil begitu acara dibuka pukul 09.00 pagi, ratusan santri menyerbu stand yang ada. Beberapa kejadian menarik sempat terekam. Di stand bahasa Inggris, misalnya. Ada santri yang tidak mau menawar. Lalu sang penjual, jadi memaksa,” let’s bargain!”, atau “You can bargain it!”, atau “don’t you want to get the lower prize?”

Sebagian anak membuka catatannya dan menawar, “May I bargain it?”, Atau “Can you lower the prize?”
Sebagian lagi malah balik bertanya,” Bargain itu apa ustadzah?” Tanyanya dengan polos.

Ada yang Malas menawar dan mengatakan, “Ustadzah, I have a lot of money, I don’t need to bargain”.
Dan yang lebih lucu, ada yang menawar dg harga lebih mahal!. The main point, they were practicing.

Juga ada kejadian lucu di stand bahasa Arab. Ada yang berdiskusi dulu dengan temannya, demi mau membeli beberapa makanan. Ya, mereka tak ingin antri dengan tangan hampa karena tidak akan dilayani jika tidak bertransaksi dengan Bahasa Arab.

Acara berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Cukup memanggang para penjual di bawah terik mentari. Namun lelah, panas, jadi tak terlalu menyiksa. Menikmati setiap proses kala menemani mereka. Semoga lelah-lelah para ustadzah terbalas dengan ridloNya. Aamiin…

(Kontributor: Dyah Puspita | Editor: El-Weeldan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 − seven =

X
%d blogger menyukai ini: