Kampus itu Bernama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

[Catatan singkat Santri atas nama Muhammad Abror Al-Qushoyy, lolos PTN ternama jalur Prestasi Tahfizh Al-Qur’an 30 Juz]

📖Di mana Pesantren itu

Your positive action combined with positive thinking result in success

Mimpi untuk menjadi sukses dimiliki oleh setiap para pejuang. Proses dan caranya berbeda-beda. Berbekal kemampuan yang diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa, maka ia pun berupaya untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya.

Kisah perjalanan seorang anak kecil yang tinggal di suatu daerah nan jauh di sana, tepatnya daerah Bontang. Ia bersama Ayah dan Ibunya mulai mencari Pesantren Penghafal Qur’an yang sesuai dengan keinginannya. Pada akhirnya Pesantren Ar-Rohmah Tahfizh lah yang menjadi pilihannya. Pesantren itu terletak di kota Malang, tepatnya di Kecamatan Dau.

📖Mulai Menghafal Al-Qur’an

Pesantren ini mulai mengajak diriku untuk terus intens bersama Al-Quran, pagi, siang, sore dan malam aku pun tidak boleh lepas dari membaca dan menghafal Al-Qur’an. Pagi menghafal, sore disetorkan, besok paginya disetorkan kembali sebelum kemudian menghafal ayat yang baru, dan begitu seterusnya.

Akhirnya, dengan berjalannya waktu, diri ini sudah intim dengan Al-Qur’an, sehingga semuanya terasa mudah. Tidak memberatkan sama sekali. Inilah barangkali yang Allah maksudkan dalam firman-Nya;
“dan Sungguh kami telah memudahkannya Al-Qur’an itu untuk dibaca dan diingat (Al-Qur’an Kareem).

Menjaga hafalan yang sudah pernah dihafal itu yang sulit. Membutuhkan mujahadah, kesungguhan yang disertai dengan memaksimalkan do’a kepada Allah SWT. Karenanya dalam 1 hari tidak boleh kurang dari 5 Juz Al-Qur’an yang harus diulang-ulang.

📖Allah mengizinkan ku untuk menjadi penghafal Qur’an

Saat di bangku SMA, dengan izin Allah aku berhasil menuntaskan dan menyetorkan hafalan 30 Juz yang aku miliki kepada tim penguji dengan sekali duduk. Alhamdulillah.

📖Hafalanku Diuji oleh 4 Orang Syeikh dari Berbagai Negara (Yordan, Yaman, Mesir dan Sudan)

Momentum kebahagiaan yang tidak akan pernah terlupakan adalah saat Pesantren menggelar Ujian Tasmi’ Al-Qur’an Akbar yang dihadiri oleh Guru dan Masyayikh dari berbagai Negara. Saat itu ada Syeikh Dr. Khalid (Yordania), Syeikh Abdullah Bassalamah (Yaman), Syeikh Yasser Bin Abdul Qodir (Sudan), dan Syeikh Muhammad Ramadhan (Mesir). Dan beberapa penguji alumni Perguruan Tinggi Timur Tengah. Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT. Aku dimudahkan untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

📖Al-Qur’an membawaku ke ITS

Success ia a journey, not a destination. The doing is often more important than the outcome

Kampus, Iya kampus..
Setelah selama beberapa tahun Allah mengizinkan aku belajar ilmu pengetahuan dan banyak hal akan arti hidup di Pesantren. Sekarang saatnya aku mulai mempersiapkan diri untuk bisa dan sukses pula di Perguruan Tinggi.

Ternyata Al-Qur’an yang selama ini menjadi teman setiaku di Pesantren, ia seakan tak rela melepaskanku begitu saja. Al-Qur’an memberikan solusi terbaik, jalan kemudahan, jalan terang bagiku. Akhirnya aku pun lolos di salah satu kampus terbaik di Jawa Timur ini, tepatnya di Kampus ITS Surabaya. Kampus yang sebelumnya belum pernah terlintas dalam fikiran. Aku yakin itulah yang terbaik. Karena di sana ada peran serta Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

إن هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم ..

Sesungguhnya Al-Qur’an ini membimbing dan mengarahkan manusia menuju jalan terbaik (Al-Isra’).

Wallahu Waliyyuttaufiq wan najah

☪☪☪☪☪☪

📅Malang, 13 Juli 2020
Dari Pesantren Ar-Rohmah Tahfizh Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 13 =

X
%d blogger menyukai ini: