MEMBANGUN KEMATANGAN BERPIKIR, AR-ROHMAH GELAR DAUROH MARHALAH ULA

Kehidupan ini adalah suatu pertarungan paradigma, pertarungan cara pandang, sehingga dengan DMU ini akan menata paradigma untuk sebuah kepentingan sangat penting

Ustadz Abu A’la Abdullah – Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah

ARROHMAH.CO.ID — Guna melanjutkan estafet perjuangan dalam pendidikan, Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri serentak adakan Daurah Marhalah Ula (DMU), baik di kampus 1 maupun kampus 2. Acara bertajuk “Menjadi Kader Hidayatullah yang Cerdas, Disipin & Militan” berlangsung selama tiga hari mulai Rabu-Jumat,(1-3/3).

Adapun materi dari daurah ini yaitu tentang manhaj yang dijabarkan melalui lima surah awal yang turun ke Nabi Muhammad, di Hidayatullah biasa disebut Manhaj Sistematika Wahyu.

Acara berlangsung terbagi menjadi sebelas sesi.

  1. Sesi pertama Pengantar Sistematika Wahyu;
  2. Sesi kedua, Al-Alaq 1-5 sebagai Lahirnya Syahadat dari Ma’rifatul Alam dan Insan;
  3. Sesi ketiga, lanjutan Al-Alaq 1-5 sebagai Makna dan Konsekuensi Syahadat;
  4. Sesi keempat, Al-Qolam 1-7 sebagai Komitmen Hidup ber-Quran; 
  5. Sesi kelima, Al-Muzammil 1-10 sebagai Pembekalan Diri dengan 7 “Azimat“;
  6. Sesi keenam, Al-Muddatstsir 1-7 sebagai Komitmen Berdakwah;
  7. Sesi ketujuh, Al-Fatihah 1-5 sebagai Komitmen Berjamaah;
  8. Sesi kedelapan, Mengenal Hidayatullah;
  9. Sesi kesembilan, Ghazwul Fikr;
  10. Sesi kesepuluh, Wawasan Pergerakan Islam;
  11. Sesi terakhir, Mengenal An-Nisa & Muslimat.

Vonny Fatimah, biasa dipanggil Umi Fatim, selaku penanggungjawab acara mengemukakan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kesiapan kepada santri yang akan menyelesaikan pendidikan menengah agar memiliki kematangan pemikiran dengan pemahaman Islam yang baik ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.

Ustadz Abu A’la menambahkan, gelaran rutin tahunan ini diperuntukkan bagi seluruh santri kelas XI, sebagai upaya untuk memperkuat regenerasi sumber daya manusia yang siap melanjutkan karya dakwah Islam yang luas dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Karena usia manusia terbatas, maka perlu dipersiapkan generasi penerus. (Kontributor: El-Weeldan | Editor: El-Weeldan | Foto: Aji/Ziyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X