Raih Juara 3 FLS3N Kabupaten Malang, Debut Pertama di Lomba Monolog Berbuah Prestasi

Pengalaman Pertama Langsung Tembus Tiga Besar

Malang — Prestasi kembali ditorehkan oleh siswa SMA Ar-Rohmah Islamic International Boarding School (IIBS) Malang. Salah satu santri, Agidhia Naurah, berhasil meraih Juara 3 cabang Monolog dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Capaian tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Agidhia. Pasalnya, kompetisi ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti lomba monolog tingkat kabupaten.

“Awalnya saya ragu untuk ikut. Namun karena mendapat kepercayaan dari ustadzah, akhirnya saya mencoba menerima tantangan ini,” ungkapnya.

Menurut Agidhia, motivasi utamanya bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan mencari pengalaman baru dan mengembangkan kemampuan di bidang seni peran.


Persiapan Intensif Selama Tiga Pekan

Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses persiapan yang cukup panjang. Agidhia membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk menyusun dan mendalami naskah monolog, kemudian dilanjutkan dengan latihan intensif selama satu pekan menjelang perlombaan.

Selama masa persiapan, ia mendapatkan pendampingan khusus untuk mengasah kemampuan akting, penghayatan karakter, serta teknik vokal. Bahkan, sekolah menghadirkan tutor khusus guna membantu proses latihan.

Tidak hanya fokus pada penampilan, Agidhia juga menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima saat tampil.

“Saya berusaha menjaga suara dengan menghindari makanan pedas dan berminyak supaya pita suara tetap terjaga,” ujarnya.


Hadapi Tantangan dan Persaingan Ketat

Meski telah melakukan berbagai persiapan, Agidhia mengaku sempat merasa kurang percaya diri saat menunggu giliran tampil. Kondisi cuaca yang panas dan keterbatasan waktu latihan di lokasi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.

Selain itu, ia juga menyadari bahwa para peserta lain memiliki kemampuan yang tidak kalah baik. Pengalaman tersebut justru menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus berkembang.

“Saya melihat banyak peserta yang tampil bagus. Itu menjadi pelajaran berharga dan membuat saya ingin terus belajar agar bisa lebih baik lagi,” katanya.

Pengalaman Lebih Berharga dari Hasil Akhir

Bagi Agidhia, hasil perlombaan bukanlah tujuan utama. Ia menilai proses belajar, keberanian mencoba hal baru, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi menjadi nilai yang jauh lebih penting.

“Yang terpenting adalah tetap berdoa dan optimis. Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran. Pengalaman yang didapat selama proses itulah yang paling berharga,” tuturnya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus mengembangkan bakat dan potensi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.


✍️ Penulis: Zahra Rizquitha/X-2 (Zhabarjad Auzah Team)
🗓️ Editor: MWM


Mondok?

— Di Ar-Rohmah Aja..

Ar-Rohmah Islamic Boarding School merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri. Berlokasi di Malang Jawa Timur, Ar-Rohmah Putri akan mendidik putra putri anda menjadi generasi yang unggul.

Dengan menerapkan pendidikan berbasis pesantren, lembaga pendidikan ini memadukan aspek intelektual, life skill, dan aspek mental-spiritual. Total terdapat 3 kampus yang terdiri dari Ar-Rohmah Putri IBS, Ar-Rohmah Putri IIBS, dan Ar-Rohmah Tahfizh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *