Utang, Masalah Dunia yang Bisa Menjadi Beban Akhirat
Dalam kehidupan sehari-hari, utang seringkali menjadi solusi darurat atas kebutuhan yang mendesak. Namun, ketika tidak mampu dilunasi, utang berubah menjadi beban hidup yang tak hanya menyusahkan secara lahir, tetapi juga dapat memberatkan seseorang di akhirat kelak.
Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan bahwa utang bukanlah urusan sepele. Dalam hadits yang dinukil dari Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, disebutkan:
“Nyawa seorang mukmin akan tertahan (diampuni) karena utangnya, hingga utang itu dilunasi.”
(HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)
Hadits ini merupakan peringatan bahwa utang harus ditangani dengan serius. Seseorang yang mampu namun lalai melunasi utangnya, dapat tertunda mendapatkan kemuliaan di akhirat. Namun begitu, Islam juga memberikan solusi spiritual berupa doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Ikhtiar dan Doa: Kunci Bebas dari Utang dan Kesulitan
Dalam Islam, setiap kesulitan dianjurkan untuk dihadapi dengan ikhtiar yang kuat dan doa yang tulus. Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan umatnya untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga memberikan amalan doa yang terbukti membawa kelegaan hati dan jalan keluar dari lilitan utang.
Kisah Abu Umamah dan Doa Pelepas Utang
Dalam satu riwayat yang disampaikan oleh Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW suatu hari memasuki masjid dan mendapati seorang sahabat Anshar bernama Abu Umamah yang sedang duduk termenung di luar waktu salat. Rasulullah SAW pun bertanya:
“Wahai Abu Umamah, mengapa engkau duduk di masjid saat bukan waktu salat?”
Abu Umamah menjawab dengan jujur:
“Kebingungan dan utang-utangku, ya Rasul.”
Mendengar keluhannya, Rasulullah SAW bersabda:
“Maukah engkau aku ajarkan satu bacaan? Jika engkau membacanya setiap pagi dan sore, Allah akan mengangkat kesedihanmu dan melunasi utangmu.”
Abu Umamah pun mengangguk, dan Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:
Doa Rasulullah SAW untuk Terbebas dari Utang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin:
Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegundahan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan sifat kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”
Menurut Abu Umamah, setelah mengamalkan doa tersebut secara rutin, beban pikirannya mulai mereda, dan Allah SWT membukakan jalan untuk melunasi utang-utang yang menjeratnya.
Doa Tambahan Agar Terhindar dari Kefakiran dan Fitnah Dunia
Selain doa di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan doa lain yang dapat dipanjatkan agar terhindar dari kekufuran, kefakiran, dan lilitan utang. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, disebutkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzabi jahannam, wa a’udzu bika min fitnatid-dajjal.Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang, dan kefakiran. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal.”
Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Ini?
Rasulullah SAW menganjurkan doa ini dibaca setiap pagi dan sore hari, baik setelah salat subuh dan maghrib, atau pada waktu-waktu tenang ketika seorang Muslim bisa bermunajat dengan khusyuk.
Bukan Hanya Dibaca, Tapi Diiringi Usaha Nyata
Penting diingat, bahwa doa bukan pengganti ikhtiar, melainkan penyempurna usaha. Islam mengajarkan keseimbangan antara spiritual dan tindakan. Maka, bagi siapa pun yang sedang terlilit utang:
- Perkuat niat untuk melunasinya.
- Lakukan evaluasi keuangan dan cari jalan keluar yang halal.
- Amalkan doa-doa di atas secara rutin dan penuh keyakinan.
Dengan izin Allah SWT, setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Thalaq: 2–3)
Penutup
Utang bukanlah aib, tetapi membiarkan diri terlilit tanpa usaha dan doa adalah kelalaian. Islam mengajarkan umatnya untuk tangguh dalam menghadapi ujian hidup, termasuk dalam persoalan utang.
Semoga dengan membaca dan mengamalkan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, Allah SWT memudahkan jalan bagi setiap Muslim untuk bebas dari utang, diberi kelapangan rezeki, dan hidup penuh ketenangan lahir batin.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Redaksi: Tim Dakwah & Syiar
Sumber: Hadits Riwayat Abu Dawud, An-Nasa’i, Fikih Wanita Ust. Muiz al-Bantani
Media Islam • 2025
📌 Silakan bagikan artikel ini kepada orang-orang tercinta yang sedang berjuang terbebas dari utang dan tekanan hidup. Semoga menjadi wasilah keberkahan untuk kita semua.