Padahal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangnya. Sebab, bagi seorang muslim, selalu ada kebaikan dalam hidup ini. Beliau bersabda, “Jangan sampai kalian mengangan-angankan kematian, sebab setiap harinya kalian senantiasa mendapat tambahan kebaikan.” (Hadits shahih, riwayat Abu Khaitsamah dalam Kitabul ‘Ilmi, dari Anas bin Malik).
Betapa seringnya pertolongan Allah terhalang untuk turun, jelas bukan karena Allah tidak berkuasa melakukannya, akan tetapi karena hati kita sendiri memang tidak menginginkannya. Sebab, kita tidak mau bersandar kepada Allah, dan selalu mengharap hasil dari rekadaya kita.
Tidakkah kita mengingat bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi atau tidak terjadi di alam ini, kecuali atas kehendak-Nya juga? Oleh karenanya, kita dilatih untuk selalu berdoa dalam segala aktifitas. Kita dibimbing untuk memulainya dengan mengingat Allah dan mengharapkan kebaikan, lalu mengakhirinya dengan bersyukur dan menyanjung kebaikan-Nya.
Sunnah-sunnah Nabi dalam masalah doa memperlihatkan kepada kita dua hal sekaligus. Pertama, kita didorong untuk bergerak dan mengupayakan apa yang baik dalam pandangan kita, dengan sandaran ilmu dan pengalaman, serta didukung kesungguhan.
Kedua, kita dilatih untuk sadar bahwa alam ini tidak berjalan dengan sendirinya, atau menuruti kemauan kita, namun ia memiliki Tuan dan Penguasa yang mengaturnya. Maka, apa yang Dia kehendaki pasti akan terjadi, meskipun kita tidak rela. Sebaliknya, apapun yang tidak Dia inginkan, maka demikianlah adanya, walau kita mengharap sebaliknya.
Rasulullah bersabda, “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah. Namun, pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah.
Jika sesuatu menimpamu, jangan katakan: ‘seandainya aku lakukan begini, pasti hasilnya begini’. Akan tetapi, katakanlah: ‘Allah telah menetapkannya. Apa saja yang Dia kehendaki, pasti Dia lakukan.’ Karena sesungguhnya berandai-andai itu akan membuka amalan syetan.” (Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah).
Jika masalahnya seperti ini, mengapa masih bermuram durja? Tersenyumlah, karena Allah selalu punya rencana atas tindakan-tindakan-Nya. Wallahu a’lam.
[*] Alimin Mukhtar, Kepala Dikmen Ar-Rohmah Putri Kampus 1.