TASMI’ AL-QUR’AN, SEKALI DUDUK SANTRI AR-ROHMAH PUTRI TUNTASKAN 10 JUZ HAFALAN

ARROHMAH.CO.ID – Sebanyak 16 santri kelas XII SMA Ar-Rohmah Putri Islamic Boarding School Pesantren Hidayatullah Malang mengikuti “Tasmi Akbar 10 Juz” di Aula Khadijah lantai 3.

Kepala Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri, Utifah mengemukan, tasmi’ Al Qur’an merupakan tradisi memperdengarkan hafalan yang dimiliki tiap santri di hadapan ustadzah dan santri lainnya. Sekali duduk, santri yang ditunjuk secara bergilir akan mentasmi’kan 10 juz hafalannya. Ustadzah dan santri yang lain akan menyimak dan mengoreksi jika terjadi kesalahan.

Ustadzah Utifah, demikian sapaan akrabnya menambahkan, peserta gelaran rutin tiap tahun itu seluruhnya santri program kelas Takhassus angkatan pertama. Mereka menempuh pendidikan di SMA Ar-Rohmah Putri selama 4 tahun.

Di tahun pertamanya, para santri itu hanya fokus untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz. Tidak ada pelajaran yang diberikan, baik akademik maupun diniyah. Pelajaran yang mereka terima hanya terkait Al-Quran dan adab. Baru di tahun kedua, para santri itu mendapatkan materi akademik maupun diniyah dengan konsentrasi peminatan IPA atau IPS. Mulai di tahun kedua pula, mereka fokus muraja’ah hafalan 30 juz yang dimiliki hingga tahun keempat.

“Perbanyak bersyukur. Kemudahan menghafal Al-Qur’an itu merupakan karunia dari Allah yang tak terhingga,”ujarnya Sabtu (29/1).

Ustadzah Utifah pun berpesan kepada seluruh penghafal Al-Qur’an itu tentang orang-orang yang memiliki andil atas capaian mereka. Dibalik perjuangan santri Takhassus menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an itu, ada do’a dari orang tuanya yang tiada putus dimunajatkan untuk putri tercintanya. Selain itu,  juga seluruh ustadzah yang tulus, ikhlas dan gigih membersamai hingga tuntas target hafalannya.

Sementara itu salah satu peserta, Bey Fitria Salsabila, mengaku terharu bisa mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB. itu. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya bisa menuntaskan  ‘Tasmi Akbar 10 Juz’ itu dengan sangat baik. Perjuangannya bersama santri Takhassus  lainnya selama hampir 4 tahun pun berbuah manis.

Bey, santri tercepat yang hafal Al-Qur’an dalam 4,5 bulan itu, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh ustadzah yang tiada lelah membimbingnya selama ini. Pun demikian untuk kedua orang tuanya, capaiannya itu ia persembahkan untuk mereka.

“Semoga hafalan Al-Qur’an ini bisa menjadi amal jariyah untuk ayah dan ibu saya,”pungkasnya. (Kontributor : Mei | Editor : Hery Purnama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + six =

X
%d blogger menyukai ini: