Menjaga Sanad Keilmuan Al-Qur’an, Pesantren Ar-Rohmah Putri Gelar Majelis Ijazah Tajwid Bersanad

ARROHMAH.CO.ID — Komitmen menjaga kemurnian transmisi keilmuan Al-Qur’an terus diteguhkan Pondok Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang. Melalui Madrasah Diniyah, Ar-Rohmah Putri menyelenggarakan Majelis Ijazah Riwayah & Dirayah Sanad Tajwid Matan Jazariyyah bagi Santri Program Takhasus Angkatan 5. Kegiatan tersebut menjadi penanda penting atas capaian akademik sekaligus spiritual santriwati dalam bidang tajwid Al-Qur’an yang bersanad.

Majelis ijazah berlangsung khidmat di Aula Khadijah lantai 3, sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Seluruh santriwati Program Takhasus mengikuti serangkaian acara dengan penuh kesungguhan. Suasana begitu sakral, mencerminkan nilai keilmuan dan amanah besar yang menyertai proses pengijazahan ilmu Al-Qur’an.

Pengukuhan Ilmu dan Amanah Keilmuan

Hadir sebagai mujiz sanad, Ust. Saifullah, Lc., Al-Hafizh, yang secara langsung memberikan ijazah riwayah dan dirayah kepada para santriwati. Pemberian ijazah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan resmi bahwa santriwati telah menempuh proses belajar tajwid melalui jalur guru yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Majelis ini sekaligus menjadi laporan langsung atas capaian target pembelajaran Program Takhasus. Pesantren menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian strategis dalam menyiapkan santriwati agar kelak mampu berperan sebagai penghafal, pengamal, dan pengajar Al-Qur’an yang memiliki legitimasi moral dan keilmuan.

Sanad, Pilar Tradisi Keilmuan Islam

Dalam tausiyahnya, Ust. Saifullah menekankan pentingnya menjaga kesinambungan sanad dalam tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, sanad bukan sekadar rantai nama, tetapi jaminan keaslian ilmu yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui majelis ijazah ini, santriwati disambungkan dengan sanad tajwid yang bersambung hingga Ibnu al-Jazari, ulama besar yang menjadi rujukan utama dalam ilmu tajwid. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak terputus, memiliki dasar yang kokoh, serta berada dalam koridor tradisi keilmuan Ahlussunnah.

Dua Pilar Pembelajaran Tajwid

Ijazah yang diberikan mencakup dua aspek penting. Riwayah menegaskan bahwa santriwati telah menerima bacaan Al-Qur’an dan matan Jazariyyah melalui jalur transmisi guru yang sah. Sementara dirayah memastikan bahwa mereka memahami kaidah tajwid secara teoritis, bukan sekadar mengandalkan hafalan atau praktik lisan.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas hafalan 30 Juz santriwati Takhasus. Hafalan tidak hanya dinilai dari jumlah, tetapi juga ketepatan makharij, sifat huruf, dan kaidah bacaan. Lebih jauh, santriwati ditanamkan kesadaran bahwa ilmu Al-Qur’an adalah amanah yang harus dijaga dengan adab, keikhlasan, dan tanggung jawab.

Pembinaan Menuju Hafizhah yang Utuh

Penanggung jawab kegiatan, Usth. Abidatul Muthiah, C.SQ., C.LQ., menegaskan bahwa majelis ijazah merupakan bagian integral dari proses pembinaan santriwati Program Takhasus. Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi hafizhah yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga matang secara keilmuan dan akhlak.

Menurutnya, penguatan sanad dan pemahaman tajwid menjadi fondasi penting sebelum santriwati terjun ke masyarakat sebagai pengajar atau pendamping Al-Qur’an. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjaga kemurnian bacaan sekaligus nilai-nilai adab dalam menyampaikan ilmu.

Apa Kata Mereka?

Salah satu peserta, Aura Iftitah (Marhalah 6 Zaid bin Tsabit), menyampaikan bahwa majelis ijazah ini memberi pemahaman lebih utuh kepada orang tua mengenai proses pendidikan di Program Takhasus. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa program tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pada perbaikan bacaan, pemaknaan, dan pengamalan Al-Qur’an.

Hal senada disampaikan Calista Aqilla (Marhalah 6 Takhasus). Baginya, majelis ijazah merupakan momentum berharga untuk memperlihatkan hasil perjuangan belajar kepada orang tua sekaligus mempererat ukhuwah antara santri dan guru. Ia menyebut kegiatan ini sebagai kenangan bermakna di penghujung perjalanan pendidikan.

Meneguhkan Komitmen Pesantren

Melalui penyelenggaraan Majelis Ijazah Riwayah & Dirayah Sanad Tajwid Matan Jazariyyah ini, Pesantren Ar Rohmah Putri kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang bersanad, berilmu, dan beradab. Generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga siap mengamalkan dan mengajarkannya secara bertanggung jawab di tengah masyarakat.


Mondok?

— Di Ar-Rohmah Aja..

Ar-Rohmah Islamic Boarding School merupakan institusi pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri. Berlokasi di Malang Jawa Timur, Ar-Rohmah Putri akan mendidik putra putri anda menjadi generasi yang unggul.

Dengan menerapkan pendidikan berbasis pesantren, lembaga pendidikan ini memadukan aspek intelektual, life skill, dan aspek mental-spiritual. Total terdapat 3 kampus yang terdiri dari Ar-Rohmah Putri IBS, Ar-Rohmah Putri IIBS, dan Ar-Rohmah Tahfizh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *